Selasa, 29 Oktober 2013

REPUBLIK DAUN MIMPI WAHAI ALAM PAPUA KU


masih ada mimpi itu
di daun tumbuh tanpa matahari
berpangku gunung dan lembah
bergema nyaring
ditabuh anak negeri
berbagi air mata
Sarat cinta dan tragedi
mengabar rindu pada awan dan hujan
bila makmur disemai....

Tak ada jawab di republik yang layu
mimpi kita sudah sirna bersama matahari tersembunyi
hanya gelap didasar hati


berontaklah dari zaman yang menindas
pungut kembali remah-remah revolusi
beribu hari dirindukan
beratus bulan diharapkan
lawanlah para tuan besar dan kurcaci
renggut kembali mimpi kita.

KALA.
berjuta nyawa
tumbang bertumpahan darah semerah saga
dan tangis jatuh di tanah yang memerah
tetapi, hening ini menyesak dada
gemuruh bergemulai di alam kesadaran
kidung dinyanyikan antara senyap dan gelombang
namun mimpi tak ingin membentur karang

REPUBLIK
mimpi ini ada di sehelai daun
berjatuhan luruh di purba zaman
dipungguk Garudamu yang semakin lemah
akankah sanggup berbagi beban
tidak dan biarlah
sebab ikrar sudah menyatu
dibawah matahari dan daun lain
hati ini  denggan berteduh disisimu wahay ALAM PAPUA KU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar